Kamis, 23 Mei 2013

Kandungan karbohidrat pada buah Pisang dan Sukun

harga beras yang belakangan membumbung tinggi cukup meresahkan masyarakat. Harga jual beras menjadi sulit dijangkau oleh rakyat miskin. Kenaikan harga beras disebabkan karena jumlah konsumsi beras tidak seimbang dengan ketersediaan beras. Tingginya biaya produksi, musim kemarau yang panjang dan banyaknya terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian(industri dan perumahan) merupakan beberapa penyebab terjadinya penurunan produksi beras di Indonesia. Beberapa upaya telah dilakukan untuk menekan terjadinya pelonjakan harga beras, mulai dari operasi pasar hingga kebijakan impor beras. Akan tetapi kebijakan tersebut belum mampu memecahkan permasalahan. Memakan nasi bagi sebagian penduduk Indonesia adalah merupakan budaya dan beras merupakan satu-satunya makanan pokok. Padahal yang dibutuhkan dari makanan itu adalah karbohidrat sebagai sumber energi bagi tubuh untuk dapat melakukan suatu kegiatan. Masyarakat menganggap nasi lebih berbudaya dibanding beberapa makanan pokok lain seperti ubi, sagu, maupun jagung dan buah-buahan. Akibatnya, bangsa kita yang sudah tidak mampu lagi swasembada beras, terpaksa harus mengimpor beras dalam jumlah besar.
Diversifikasi pangan merupakan jalan keluar yang saat ini dianggap paling rasional untuk memecahkan masalah pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satu sumber pangan non beras adalah buah-buahan tropika. Perilaku  konsumsi pangan yang sudah terpola pada masyarakat Indonesia tidaklah mudah dirubah  begitu saja.

Disini kelompok kami akan membahas tentang beberapa makanan yang menjadi sumber karbohidrat, khususnya buah-buahan. Informasi dalam makalah ini diharapkan bisa menjadi pengetahuan baru bagi pembaca maupun penulis sendiri bahwa kandungan karbohidrat yang tinggi tidak hanya terdapat dalam beras, tapi juga terdapat dalam bahan makanan lainnya.
Download makalah tentang BUAH PISANG DAN SUKUN SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT PENGGANTI BERAS